Thursday, May 24, 2012

Laporan Praktikum Kimia tentang karbohidrat


karbohidrat


BAB I
PENDAHULUAN

Karbohidrat atau arang adalah zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil enersi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori, walaupun lemak menghasilkan enersi lebih besar, namun karbohidrat lebih banyak di konsumsi. Karbohidrat banyak di temukan pada serelia ( beras, gandum, jagung, kentang, dan sebagainya ) ( Library USU , 2007 ).
Karbohidrat tersususun dari 3 jenis unsur, yakni karbon, hidrogen, dan oksigen. Rumus umum karbohidrat adalah ( CH2O )n contoh senyawa karbohidrat adalah gula, pati dan selulosa satuan unit terkecil penyusun karbohidrat adalah monosakarida, atau disebut dengan gula sederhana yang hanya mengandung 3 sampai 7 atom hidrogen ( Lakitan, 1994 ).
Karbohidrat terbentuk pada saat prose fotosintesis, sehingga merupakan senyawa perantara awal dalam pengaturan CO2 hidrogen dan oksigen dan cahaya matahari kedalam bentuk hayati. Karbohidrat didefenisikan sebagai polihidroksi aldehid dan keton beserta turunannya. Karbohirat dapat di golongkan ke dalam monosakarida, olgosakarida, dan polisakarida. Karbohidrat merupakan hidrat suatu karbon Cx (H2O)y berupa polihidroksi aldehid dan keton (Dydra, 2007 ).
Karbohidarat dikelompokkan menjadi tiga kelompak yakni: monosakarida besrta turunannya, oligosakarida, serta polisakarida higrokopis karbohidrat berpariasi pada struktur isomer dan kemurniannya sedangkan solubilitas karbohidrat akan halnya karbohidrat lengket satu sama lain ( Pangan Plus, 2007 ).
Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui sifat-sifat karbohidrat (monosakarida, disakarida dan polisakarida) secara kualitatif.
Kegunaan Percobaan
- Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Biokimia, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.
- Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.
 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Semua jenis karbohidrat, baik monosakarida, disakarida, maupun polisakarida, akan berwarna merah – ungu bila larutannya di campur dengan beberapa tetes larutan α-naftol. Dalam alkohol dan di tambahkan asam sulfat pekat, sehingga tidak bercampur. Warna ungu akan tampak pada bidang batas antara kedua cairan. Sifat ini di pakai sebagai dasar uji kualitatif adanya karbohidrat dalam suatu bahan dan di kenal dengan uji molisch ( Yazid, 2006 ).
Makro molekul senyawa organik berkerangka rantai hidrokarbon. Secara kimiawi, karbohidrat adalah suatu poli hidroksi aldehida atau polihidroksi aseton. Suatu senyawa karbohidrat biasanya di akhiri dengan kata sakarida yang berarti gula ( bahasa Yunani ) atau dengan kata osa ( Hawab, 2004 ).
Secara kimiawi monosakarida terdiri dari polihidroksi aldehid dan polihidroksi keton dan akan dibahas keturunannya. Semua monosakarida sederhana mempunyai satu rumus empiris umum ( CH2O )n, dimana n adalah satu bilangan penuh berkisar 3 sampai 9 dengan mengabaikan nomor atau jumlah karbon, semua monosakarida dapat dikelompkkan ke dalam salah satu dari dua kelas umum ( Bohinsky, 1973 ).
Kelas umum dari molekul-molekul biologi adalah karbohidrat atau sakarida. Karbohidrat adalah polyfunctional campuran-campuran yang masing-masing karbohidrat mempunyai rumus empiris CH2O yang di peroleh dari satu campuran yang mempunyai rumusan ini ( Boikes and Edelson, 1978 ).
Semua jenis karbohidrat terdiri atas unsur-unsur carbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O) perbandingan antara hidrogen dan oksigen pada umumnya adalah 2:1 seperti halnya air. Oleh kartena ini diberi nama karbohidrat. Dalam bentuk sederhana formulasi karbohidrat adalah CnH2nOn hanya heksosa ( 6 atom karbon ) serta pentosa ( 5 atom karbon ) dan polimernya memegang peranan penting dalam ilmu gizi ( Hawab, 2004 ).
Struktur siklik yang beranggotakan 5 atau 6 karbon strukturnya menjadi lebih kompleks dengan adanya atom karbon asimetris pada molekul tersebut yang menyebabkan molekul bersifat optis aktif, yaitu mampu memutar bidang cahay terpolarisasi pada karbohidrat dijumpai juga ke isomeran optik, yaitu molekul-molekul yang komposisinya identik tapi berbeda orientasinya dalam ruang dan keaktifan optiknya. Monosakarida atau gula sederhana dapat dengan mudah digabungkan menjadi polisakarida yang mengandung beberapa unit sampai beberapa ribu unit monosakarida ( Dydra, 2007 ).
Fungsi utama karbohidrat dalam metabolisme adalah sebagai bahan bakar untuk oksidasi dan menyediakan energi untuk proses metabolik lain. Dalam peran ini karbohidrat di pegunakan oleh sel terutama dalam bentuk glukosa. 3 monosakarida utama yang di hasilkan dari proses pencernaan adalah glukosa fruktosa dan galaktosa ( Martin,dkk, 1992 ).
Larutan fehling A adalah larutan CuSO4 dalam air sedangkan larutan fehling B adalah larutan garam KN atartrat dan NaOH dalam air. Dengan larutan gula 1%, pereaksi fehling menghasilkan endapan berwarna merah bata, sedangkan apabila di gunakan larutan yang lebih encer misalnya larutan glukosa 0,1% endapan yang terjadi berwarna hijau kekuningan. Pereaksi benedict lebih banyak di gunakan untuk pemeriksaan glukkosa dalam urine daripada pereaksi fehling karena beberapa alasan pereaksi ini terdiri atas larutan kupri asetat dan asam asetat dalam air. Dan digunakan untuk membedakan anatara monosakarida dan disakarida. Monosakarida dapat mereduksi lebih cepat dari pada disakarida. Jadi Cu2O terbentuk lebih cepat oleh monosakarida dari pada oleh disakarida ( Poedjiadi, 1994 ).

BAB III
BAHAN DAN METODA

3.1 Bahan

- Sukrosa [C12H22O11]
- Galaktosa [C6H12O6]
- Dextrin Cn(H2O)n
- Pati singkong
- Pati jagung
- Pati pulut
- Pati beras
- Pisang

3.2 Bahan Kimia

- Reagent Molisch [C6H10O]
- Reagent Benedict [Cu(NO3)2]
- Reagent Tollens [Cu(CH3CuOH)2]
- Reagent Fehling [CuNO3]
- Asam sulfat (H2SO4)
- Air (H2O)

3.3 Alat


- Tabung reaksi
- Rak tabung
- Pipet tetes
- Pipet skala
- Alat pemanas
- Beacker glass
- Erlenmeyer
- Serbet
- Penjepit tabung
- Korek api
- Bunsen
- Buku data
- Alat tulis

3.4 Prosedur

1. Uji molisch
a. Diambil 3 tabung reaksi
- Tabung I diisi 2cc sukrosa 1%
- Tabung II diisi 2cc galaktosa 1%
- Tabung III diisi 2cc dextrin 1%
b. Ditambah 1cc reagent mollisch pada masing-masing tabung
c. Ditambah H2SO4 98% dengan cara reaksi dinding
d. Diamati perubahannya
2. Uji Benedict
a. Diambil 3 tabung reaksi
- Tabung I diisi 2cc sukrosa 1%
- Tabung II diisi 2cc galaktosa 1%
- Tabung III diisi 2cc dextrin 1%
b. Ditambah 1cc reagen benedict pada masing-masing tabung
c. dipanaskan selama 2 menit
d. Diamati perubahannya
3. Uji Fehling
a. Diambil 5 tabung reaksi
- Tabung I diisi 2cc sukrosa 1%
- Tabung II diisi 2cc galaktosa 1%
- Tabung III diisi 2cc dextrin 1%
- Tabung IV diisi 2cc fruktosa 1%
- Tabung V diisi 2cc laktosa 1%
b. Ditambahkan 1cc reagent fehling pada masing-masing tabung
c. Dipanaskan selama 5 menit
d. Diamati perubahannya
4. Uji Cermin Perak untuk Gula Aldosa

a. Diambil 3 tabung reaksi
- Tabung I diisi 2cc sukrosa 1%
- Tabung II diisi 2cc galaktosa 1%
- Tabung III diisi 2cc dextrin 1%
b. Ditambahkan 1 ml reagen Tollens pada masing-masing tabung lalu dikocok
c. Dipanaskan dipenangas air/hot plate/air mendidih selama 10 menit
d. Diamati terbentuknya cermin perak

5. Uji Perbedaan Amilosa dan Amilopektin
a. Diambil 4 tabung reaksi
- Tabung I diisi pati singkong
- Tabung II diisi pati jagung
- Tabung III diisi pati pulut
- Tabung IV diisi pati beras
b. Ditetesi dengan larutan iodin 0,01 N
c. Diamati perubahan warna yang terjadi
6. Pemeriksaan Glukosa pada Urine Penderita Diabetes Melitus
a. Diambil 4 tabung reaksi
b. Diisi masing-masing tabung dengan 2 ml urine yang mengandung glukosa
c. Dilakukan percobaan uji molish, uji benedict, dan uji fehling
d. Dibandingkan hasil percobaan satu sama lainnya
7. Adanya Karbohidrat
a. Dihancurkan pisang, lalu ditambahkan air dan diambil filtratnya
b. Ditambahkan 1 cc filtrat pisang dan tambahkan reagen benedict
c. Dikocok dan dipanaskan
d. Dilakukan obeservasi visual


BAB IV
HASIL DAN REAKSI

4.1 Hasil

NO Bahan Pereaksi Observasi visual keterangan
1 2cc galaktosa 1cc reagent mollisch dan H2SO4 98% Terbentuk cincin ungu Reaksi dinding
2cc Sukrosa
2cc Dextrin
2 2cc galaktosa 1cc reagent Benedict Orange Dengan pemanasan 5 menit
2cc Sukrosa Biru kehitaman
2cc Dextrin Hitam keorangean
3 2cc galaktosa 1cc Reagent fehling Larutan Biru bening Dengan pemanasan 5 menit
2cc Sukrosa
2cc Dextrin

Reaksi
a. Uji molisch
Hidroksi metil furfural
( Cincin ungu )

Sukrosa Hidroksi metil furfural
(Cincin ungu)

Dextrin
+ (H2O)n

b. Uji Benedict
+ Cu(NO3)2 Cu2O +
R. Benedict Endapan
Merah bata

d. Uji Fehling

BAB V
PEMBAHASAN

Pada percobaan Reagen molish diperoleh pengamatan bahwa ketiga sakarida membentuk cincin ungu. Hal ini dikarenakan kondensasi karbohidrat oleh reagen molish, dan karena adanya reaksi dihidro dengan H2SO4 atau asam sulfat. Hal ini sesuai dengan literatur Yazib ( 2006 ) yang menyatakan bahwa semua jenis karbohidrat baik monosakarida, polisakarida akan berwarna merah-ungu bila larutannya dicampur beberapa tetes larutan α naftol. Dalam alkohol ditambahkan H2SO4 ( Asam sulfat ) sehingga tidak bercampur. Warna ungu akan tampak pada bidang atas antara kedua cairan yang menandakan adanya karbohidrat suatu bahan.
Dari hasil percobaan karbohidrat yang di tambah dengan R fehling memberikan warna biru bening. Seharusnya bila di beri dengan R fehling menghasilkan warna merah bata, tetapi dari hasil memberikan warna larutan biiru bening. Hal ini ini bisa saja disebabkan oleh konsentrasi dari bahan tersebut. Hal ini sesuai dengan literatur Poedjiadi ( 1994 ) yang menyatakan bahwa dengan larutan glukosa pereaksi menghasilkan endapan berwarna merah bata.
Dari bahan yang di gunakan yaitu glukosa, fruktosa dan galaktosa bersifat optis aktif karena memiliki atom C yang kiral pada atom ke-5. hal ini sesuai dengan literatur Biomolekul ( 2007 ) yang menyatakan bahwa struktur siklik yang beranggotakan 5 atau 6 struktur karbon bersifat optis aktif yaitu mampu memutar bidang cahaya terpolarisasi pada karbohidrat.
Dari praktikum yang telah dilalui kita tahu adanya bpembagian karbohidrat menurut jumlah karbon. Hal ini sesuai dengan literatur Pangan Plus ( 2007 ) yang menyatakan bahwa karbohidrat digolongkan menjadi tiga kelompok yaitu monosakarida disakarida ( gabungan monosakarida ) dan polisakarida.

BAB VI
KESIMPULAN

1. Karbohidrat yang diberi reagen molisch dan penambahan H2SO4 menghasilkan cincin ungu
2. Sukrosa yang di tambah dengan reagen benedict menghasilkan warna biru pekat
3. Karbohidrat yang di tambah dengan reagen fehling lalu di panaskan menghasilkan warna biru bening
4. Reagen benedict di campur dengan galaktosa lalu di panaskan menghasilkan endapan orange
5. Pisang ditambah dengan reagen Benedict menghasilkan warna hijau

!-- Histats.com START (standard)-->



1 comment: