Friday, May 25, 2012

Laporan Tetap dan pembahasan Praktikum Kimia Analitik tentang Kation Golongan I (Ag+,Hg2+,Pb2+)


TATA TERTIB LABORATORIUM

1.          Umum
          Setiap praktikan harus memiliki petunjuk praktikum. Sebelum masuk laboratorium, kenakan jas praktikum dan simpan tas pada tempat yang disediakan. Untuk barang-barang berharga harap dibawa. Setiap praktikan bekerja dengan kelompok yang telah ditentukan sebelumnya.

2.          Kebersihan
Selama bekerja, jagalah agar meja tempat bekerja tidak kotor,basah atau penuh dengan barang- barang yang tidak perlu. Jangan sekali meninggalkan meja yang kotor, sebelum meninggalkan meja pastikan keran gas dan keran air tertutup.

3.          Ketertiban
Di dalam laboratorium, mahasiswa dilarang merokok, mengenakan topi dan memakai sandal. Selama praktikum mahasiswa diharuskan mengenakan jas lab.

4.          Keamanan
Pada permulaan praktikum, secara berangsur-angsur pimpinan praktikum dan asisten akan memberi penjelasan tentang tindakan-tindakan yang berbahaya dan harus dihindari.

5.          Peraturan dan Catatan Praktikum
Setiap praktikan harus harus menyediakan satu buku untuk catatan praktikum merupakan suatu faktor yang sangat penting. Tiap langkah atau pekerjaan harus tercatat didalamnya.


6.    Laporan
Laporan praktikum dibuat sesuai dengan format yang diberi asisten. Laporan harus dikumpulkan satu minggu setelah praktikum dilakukan.









MENGENAL ALAT UNTUK IDENTIFIKASI ION

Sebelum praktikum dimulai mahasiswa harus mengetahui, mengenal dan dapat mengguakan alat-alat praktikum secara baik, dan lain-lain aturan yang berhubungan dengan praktikum.
  Acara praktium : Analisa kualitatif kation-kation, anion dan pemisahan kation anion.
1.    Tujuan praktikum : Dapat mengenal, melihat dan melakukan reaksi-reaksi khusus terhadap kation, anion dan dapat melakukan  pemisahan kation anion.

2.    Alat-alat yang dipergunakan :
-   tabung reaksi                    - piring
-   jepit tabung                       - lampu spiritus
-   gelas beaker                      - corong
-   cawan porselin

3.    Cara menggunakan alat :
3.1. Tabung Reaksi
Ø Tabung reaksi dipegang pada lehernya, miringkan 60o, lalu diisi dengan larutan     yang akan diperiksan.
Ø Bila tabung beserta isinya akan dipanaskan, pada pemanasan dilkukan pada 1/3 bagian cairan dari bawah. Pada waktu pemanasan tabung dipegang  dengan alat jepit tabung dan mulut tabung harus menghadap ke arah yang aman.
Ø Tabung yang panas tidak boleh didinginkan secara mendadak (bisa pecah).
3.2. Gelas Ukur
Alat ini dipakai untuk mengukur dan memindahkan suatu volume zat cair atau larutan (pengukuran kasar)
3.3. Gelas Beaker
Dipakai untuk menyimpan dan tempat memanaskan larutan
3.4. Cawan Porselin
Untuk tempat pemanasan dengan suhu tinggi. Hati-hati cawan porselin yang masih panas tidak boleh didinginkan mendadak (dengan air dingin) karena dapat menyebabkan pecah. Hati-hati pada meletakkan cawan porselin yang panas di atas meja, karena meja dapat terbakar.


3.5. Piring Tetes
Dipakai untuk tempat melakukan reaksi identifikasi untuk zat yang jumlahnya sedikit.
Alat ini tidak boleh dipanasi.
3.6. Lampu Spiritus/Bunsen
Untuk pemanasan bagi reaksi-reaksi yang memerlukan pemanasan. Pemanasan
dilakukan pada daerah 1/3 – ½ tinggi nyala.
3.7. Labu Elenmeyer
       Dipakai untuk menyimpan larutan.
3.8. Corong
     Dipakai untuk menyaring atau memisahkan endapan dari larutannya.
3.9. Mengambil reagen dari botol reagen
-   Menuangkan reagen dari botol reagen harus diingat :
                                             a.      Label diletakkan di atas.
                                             b.      Botol reagen dimiringkan seperlunya
                                              c.      Setelah selesai, botol reagen ditutup.
-   Mengambil reagen dengan pipet :
a.   Pipet tidak bleh menyentuh tabung reaksi yang dipakai.
b.   Setelah botol reagen ditutup

4.    Pembentukan Endapan
     Pembentukan endapan adalah pembentukan senyawa yang sukar larut sehinga terbentuk partikel-partikel yang relatif besar. Endapan dapat berupa :
a.   Gumpalan-gumpalan, bila endapan cukup banyak.
b.   Kekeruan/koloida, bila endapan sedikit.
Bila endapan yang terbentuk sedikit, endapan itu dapat dipisahkan dari alat penyaringnya dengan alat penyaring (centrifuge)
5.    Melihat Warna Larutan
     Tabung reaksi yang berisi larutan diletakkan pada dasar putih.
7.    Mencium Bau Gas
Tabung yang berisi gas didekatkan pada hidung (bukan diletakkan), lalu dikibas-kibaskan dengan tangan.
8.    Hasil pengamatan dibuat pada jam praktikum di dalam buku laporan praktikum.
9.    Selesai praktikum, botol-botol reagen ditutup rapat, alat-alat dicek dan kunci lemari dikembalikan pada tempatnya.

1            IDENTIFIKASI KATION GOLONGAN I
 

A.   Tujuan: Mengidentifikasi kation dari beberapa golongan tertentu
B.   Landasan Teori
  Sebagian besar analisis kualitatif dilakukan dengan cara basah (analisis basah), yaitu analisis terhadap sampel dalam bentuk larutan. Pada analisis ini sampel ditambah dalam bentuk larutan. Pada analisis ini ditambahkan dengan pereaksi tertentu. Terjadinya  reaksi dapat ditandai oleh adanya perubahan yang timbul, antara perubahan warna , bau,terjadi perubahan warna atau terbentuknya gas. Jenis zat (kation, anion atau molekul) yang dalam sampel dengan pereaksi, misalnya wujud, warna, dan bau hasil reasi. Untuk kepentingan analisa kualitatif, kation-kation dikelompokkan menjadi 5 golongan analitis, yaitu:
1.    Kation golongan I
Logam-logam yang garam kloridanya sukar larut dalam air. Yang termasuk kation gol. IA adalah Ag+, Hg22+, Pb2+
2.    Kation golongan II
Logam-logam yang garam kloridanya mudah larut tapi garam-garam sulfidanya sukar larut dalam air maupun dalam asam encer. Contoh : Hg2+, Bi3+,Cd2+, As3+, Sb3+, Sb5+, Sn2+ dan Sn4+
3.    Kation golongan III
Logam-logam yang garam sulfidanya mudah larut dalam asam encer tetapi tidak larut dalam air atau alkali juga termasuk logam-logam yang sulfidanya mengalami hidrolisa sempurna membentuk hidroksida yang tidak larut. Contoh: Al3+, Cr3+, Fe2+, Zn2+, Ni2+, Co2+
4.    Kation golongan IV
Logam-logam yang garam klorida dan sulfidanya larut dalam air tetapi garam karbonatnya sukar larut. Contoh: Mg2+, Ca2+, Sr2+ dan Ba2+
5.    Kation golongan V (golongan sisa)
Logam-logam yang tidak dapat diendapkan dengan pereaksi diatas. Contoh: K+, Na+,dan NH4+
C.  Alat dan Bahan
Bahan:
Ø AgNO3 0,1 M
Ø HCl 3M
Ø NH4OH 3 M
Ø HNO3 encer
Ø KI
Ø KOH

 
Alat:      
Ø
Ø K2CrO4.
Ø H2SO4 3M
Ø Amonium asetat 10M
Ø Pb(CH3COO)2 0,25 M
Ø Hg2(NO3)2 0,05M

 
Pipet tetes
Ø tabung reaksi
dan rak tabung
Ø Bunsen



D.  CARA KERJA
Identifikasi Ion Ag+
Sediakan 4 buah tabung reaksi dan masing-masing diisi dengan 1 ml larutan AgN03 0,1 M.
1.    a. Tabung pertama tambah dengan 2-3 tetes HCl 3 M.
     b. Campuran (a) dipanaskan.
          c. Campuran (b) didinginkan lalu ditambah 2-3 ml NH4OH 3M, aduk sampai semua     endapan larut.
d. Campuran (c) ditambah HNO3 encer setetes demi setetes sampai timbul endapan baru.
2.    Tabung kedua ditambah 2-3 tetes KI, lalu ditambah 2-3 ml NH4OH 3M.
3.    Tabung ketiga ditambah KOH.
4.    Tabung keempat ditambah K2CrO4.
Semua hasil pengamatan dicatat dan ditulis persamaan reaksinya.

 Identifikasi ion Hg+
Sediakan 4 buah tabung reaksi dan masing-masing diisi dengan 1 ml larutan Hg2(NO3)2 0,05M
1.    a. Tabung pertama ditambah 2-3 tetes HCl 3M
          b. Campuran (a) dipanaskan
          c. Campuran (b) didinginkan, lalu ditambah 1-2 ml NH4OH 3 M.
2.    Tabung kedua ditambah 2-3 tetes KI.
3.    Tabung kedua ditambah KOH.
4.    Tabung keempat ditambah K2CrO4.
Semua hasil pengamatan dicatat dan ditulis persamaan reaksinya.
             
Identifikasi ion Pb2+
Sediakan 4 buah tabung reaksi dan masing-masing diisi dengan 2 ml larutan Pb(CH3COO)2 0,25 M
1.    a. Tabung pertama ditambah 2-3 tetes HCl 3M
          b. Campuran (a) didihkan.
          c. Campuran (b) didinginkan kembali.
2.    Tabung kedua ditambah 2-3 tetes H2SO4 3M, kemudian ditambah 2-3 ml amonium asetat 10M sampai semua endapan larut kembali.
3.    Tabung ketiga ditambah 2-3 tetes larutan KI.
4.    Tabung keempat ditambah K2CrO4.

Semua hasil pengamatan dicatat dan ditulis persamaan reaksinya.

Skema Kerja
E.   LEMBAR PENGAMATAN
Jenis kation
Perlakuan
Hasil pengamatan dan reaksi
Ag2+

















































Hg2+



























































Pb2+







































untuk pembahasan kation golongan I ( Ag+) klik disini
untuk pembahasan kation golongan I ( Hg2+) klik disini
untuk pembahasan kation golongan I ( Pb2+) klik disini


atau Mungkin kalian Pingin Laporan Tetap Praktikum dalam bentuk PDF...okeee gan langsung aja download disini








!-- Histats.com START (standard)-->



No comments:

Post a Comment